Sekarang aku merasakan
Dulu aku pernah egois
Aku gak bisa menempatkan diri jika di posisi dia
Setelah aku di posisi yang pernah mereka alami
Aku baru sadar
Dulu pernah kesal..
Merasa yang paling teraniaya
Yang paling diberatkan
Aku baru paham
Setelah mengalami posisi itu
Pernah 1 kelompokan karya tulis ilmiah dengan seseorang yang sedang KKN
Dan beliau diamanahi sebagai ketua
Tapi dia gak pernah bantuin
Gk pernah datang monev
Karena dia KKN
Apalagi yang anggota kelompok lain masih maba2
Yang paling berpengalaman mbak ketua itu
Kita belum terlalu tahu tentang karya tulis ilmiah
Kita sempat marah, bingung, seperti anak kehilangan induknya
Tapii aku baru bisa memahami
Gimana bingungnya mbakku ketua itu
Membagi antara KKN dan LKTInya
Setelah aku merasakan namanya KKN
Ohh maafkan kitaa mbak..
Pernah juga melakukan hal egois kedua
Kepada seseorang yang ku anggap spesial
Niatnya pengen bantu dia
Dengan selalu ngingetin skripsinya
Tapi ternyata itu malah membikin dia tertekan
Sekarang aku baru bisa merasakan
Betapa menohoknya kata "Skripsinya dah sampai mana?"
Rasanya sakit..
Dulu selalu nyuruh nemuin dosen pembimbing untuk bimbingan
Sekarang aku baru merasakan
Betapa tertekannya bertemu dosbing
Ketika skripsi kita selalu salah di mata dosen
Selalu revisi
Ya Tuhan..
Apalagi dosbingku ada dua
Selalu berbeda pemikiran
Dan sangat sangat kritis
Yang satu bilang benar, lanjut
Yang satu bilang salah dan tertahan
Belum lagi, sulitnya menemui mereka
Ohh rasanya seperti inikah..
Dulu aku juga pernah egois
Meminta untuk bertemu
Aku dah nunggu berjam-jam
Tapi dia gak datang datang
Gara2 ngeprint skripsi
Aku marah, dan merasa paling terskiti
Karena demi ketemu dia
Aku sengaja gak makan
Padahal udah lapar bnget karena dari siang gak makan
Tapi sekarang aku baru tahu
Ternyata ngeprint skripsi gak semudah yang dibayangkan
Gak waton ngeprint kya tugas2 biasa
Ohh Tuhan.. Maafkanlah aku
Telah menyakiti banyak orang
Sekarang aku merasakan
Dan dia menjauhiku
Mungkin ada hikmah dibalik dia menjauhiku
Allah tahu aku orangnya cemingan
Jadi dibiarkan sendiri dulu
Fokus dulu
Ya Allah lancarkanlah skripsiku..
Tabahkan, kuatkan hatiku
Aku sering sedih ya Allah
Temanku sudah ada yang mau ambil data besuk
Dan aku sekarang masih revisi bab 1 & 2
Walau mungkin di jurusan lain ini masih terlalu cepat mengurus skripsi
Tapi lingkungan di kelasku yang memaksaku untuk cepat
Jika tidak aku akan tertinggal
Aku merasa lelah tapi juga senang berada di lingkungan ini
Ya Allah.. Hanya pada engkau aku berpasrah
Lancarkanlah urusan hambaMu ini
Pejuang skripsi
Yang bertekad MEI 2016 harus WISUDA !!!!!
Lagi-lagi merasa kehilangan
Memang waktu yang akan selalu membuat perubahan
Memudar jika tidak dijaga
Memudar karena menemukan yang lain
Memudar karena bertemu yang lebih klik
Memudar karena kesibukan masing-masing
Menulis surat ucapan ulang tahun
Untuk sahabat
Untuk kawan tercinta
Yang mulai memudar
Namun budaya ini
Harus selalu berlangsung
Sebagai penanda persahabatan masih ada
Walau dari luar terlihat memudar
Namun di dalamnya masih mengandung perasaan itu
Rasa kasih sayang sebagai sahabat
Menulis surat ucapan ulang tahun
Sedih yang aku rasa
Karena berasa ada yang hilang, beda. .
Namun dalam hati persahabatan kita abadi
VRYOLA
Vio - Ratna - Yohan - Listin - Aprie
Malam ini aku malu
Besuk adalah hari besar bagi keluargaku
Keluarga keduaku
Tapi itu dulu :'(
Aku gagal menjalankan suatu amanah
Aku ingin sekali membantu
Tapi aku malu
Aku merasa tidak berguna
Apa aku yang kurang bisa menciptakan rasa nyaman
Aku gagal menciptakan rasa nyaman
Hingga aku perlahan menjauh
Selangkah demi selangkah
Berawal dari sakit, hingga tak bisa mengunjungi rumah itu
Kemudian banyak tugas sehingga tak bisa mengunjungi rumah itu
Praktikum di luar kelas yang menyita banyak waktu
Hingga sekarang aku benar-benar menjauh
Menjauh dari tempat yang dulu hampir setiap hari aku datangi
Aku dapatkan keceriaan
Namun sekarang terasa sangat jauh
Bahkan aku merasa tidak kenal
Aku bukan bagian dari mereka lagi
Aku merasa seperti itu Tuhan
Aku malu, sedih, igin kembali seperti dulu
Bahkan aku sempat menyesal jika aku tak kuat dengan tugas-tugas kuliah yang menumpuk
Harusnya aku tak melanjutkannya
Harusnya aku bukan sebagai pegurus lagi
Mungkin hubunganku dengan mereka tetap baik-baik saja
Sedang sekarang, aku punya amanah
Tapi aku tak berani untuk menginjakkan kaki ke sana lagi
Karena malu
Ya malu
Bagaimana itu Tuhan
Aku bingung harus memperbaiki dari mana??